Molybdenum Oxide (MoO₃) Nanobelt: Material Elektrokromik Berbentuk Pita Nano, Kini Diproduksi di Indonesia

Kebanyakan nanopartikel oksida logam berbentuk bulat atau tidak beraturan, tapi MoO₃ bisa tumbuh menjadi struktur satu dimensi memanjang menyerupai pita, dengan panjang mencapai beberapa mikrometer namun lebar dan tebalnya hanya puluhan hingga ratusan nanometer. Morfologi nanobelt ini bukan sekadar bentuk unik: rasio panjang-terhadap-lebar yang tinggi memberi jalur konduksi elektron yang lebih efisien dibanding partikel bulat berukuran setara. MoO₃ juga dikenal sebagai material elektrokromik, mampu berubah warna dari kuning kehijauan menjadi biru tua saat mengalami reduksi elektrokimia atau interkalasi ion lithium, sifat yang dimanfaatkan pada kaca pintar dan display.
Selama ini, MoO₃ dengan morfologi nanobelt yang seragam dan performa elektrokimia yang benar-benar terverifikasi umumnya adalah material impor khusus bagi laboratorium riset di Indonesia. Kondisi ini mulai berubah.
ITNANO (CV. Inovasi Teknologi Nano) dari NRE Lab, Medan, adalah startup riset nanomaterial swasta pertama di Indonesia yang memproduksi MoO₃ Nanobelt grade riset secara lokal, dengan pengujian elektrokimia langsung pada setiap batch. Berikut penjelasan tentang apa itu MoO₃ Nanobelt, kenapa morfologinya penting, dan di mana material ini digunakan dalam riset maupun industri saat ini.
Apa Itu MoO₃ Nanobelt?
MoO₃ dalam fasa α (orthorhombic) tersusun dari lapisan oktahedral MoO₆ yang saling terhubung membentuk struktur berlapis, susunan yang memungkinkan pertumbuhan kristal anisotropik menjadi morfologi nanobelt saat kondisi sintesisnya tepat. Struktur berlapis ini juga memungkinkan interkalasi ion seperti lithium dengan mudah masuk dan keluar dari kisi kristalnya, dasar dari sifat elektrokromik dan performa elektrokimianya.
Morfologi dan dimensi nanobelt menjadi penentu utama performa MoO₃, karena rasio panjang-terhadap-lebar yang tinggi memberi jalur transport elektron yang lebih pendek secara radial sekaligus luas permukaan yang besar untuk reaksi elektrokimia. MoO₃ dari ITNANO memiliki kemurnian 99%, dengan rumus kimia MoO₃ dan berat molekul 143,94 g/mol, berbentuk serbuk kuning kehijauan pucat. Pola XRD mengonfirmasi struktur α-MoO₃ orthorhombic konsisten dengan JCPDS No. 05-0508. Analisis SEM menunjukkan morfologi nanobelt dengan dimensi rata-rata panjang 3,8 mikrometer, lebar 120 nm, dan tebal 40 nm per nanobelt. Pengujian elektrokimia pada MoO₃ yang dilapiskan ke Ni foam dalam elektrolit KOH 1 M mencatat kapasitansi spesifik 153,79 F/g pada 1 A/g.
Di Mana MoO₃ Nanobelt Digunakan?
Elektroda baterai dan superkapasitor
Kapasitansi spesifik 153,79 F/g pada 1 A/g yang tercatat pada MoO₃ dari ITNANO menunjukkan material ini kompetitif sebagai bahan aktif elektroda superkapasitor, sementara struktur berlapisnya yang memudahkan interkalasi ion lithium menjadikannya material anoda yang menjanjikan untuk baterai lithium-ion.
Perangkat elektrokromik
Kemampuan MoO₃ berubah warna secara reversibel saat mengalami reduksi elektrokimia menjadikannya material aktif utama pada perangkat elektrokromik seperti kaca pintar (smart window) yang bisa mengatur transmisi cahaya, serta display berbasis perubahan warna.
Katalis, pigmen, dan keramik
Di luar aplikasi elektrokimia, MoO₃ juga dimanfaatkan sebagai katalis pada berbagai reaksi kimia industri, bahan pigmen, serta aditif pada formulasi keramik fungsional.
Sensor
Sensitivitas konduktivitas MoO₃ terhadap perubahan lingkungan sekitar, dipadukan dengan luas permukaan tinggi dari morfologi nanobelt-nya, menjadikannya bahan aktif yang menjanjikan untuk berbagai jenis sensor gas dan kimia.
Kenapa Sebaiknya Sumber MoO₃ dari Lokal
Morfologi nanobelt pada MoO₃ adalah properti yang sensitif terhadap kondisi sintesis, dan batch dengan morfologi yang tidak seragam, misalnya bercampur dengan partikel bulat atau agregat, akan menghasilkan performa elektrokimia dan elektrokromik yang lebih rendah meski rumus kimianya tetap sama. ITNANO, yang didirikan oleh Titian Research Group melalui NRE Lab, memproduksi MoO₃ Nanobelt secara domestik dengan kontrol morfologi yang konsisten dan pengujian elektrokimia langsung pada setiap batch, memberikan laboratorium di Indonesia material yang performanya benar-benar terverifikasi.
Baik Anda sedang mengembangkan elektroda baterai atau superkapasitor, meneliti perangkat elektrokromik, memformulasikan katalis atau pigmen, atau bekerja dengan aplikasi sensor, MoO₃ Nanobelt memberikan konsistensi morfologi dan performa elektrokimia yang tidak bisa dijamin oleh pemasok luar negeri setelah proses pengiriman, tanpa perlu menunggu proses impor.
Lihat lini produk Metal Oxide dari ITNANO untuk spesifikasi dan harga terkini.
Dapatkan MoO₃ Nanobelt Grade Riset Hari Ini
Baik untuk elektroda baterai dan superkapasitor, perangkat elektrokromik, katalis dan pigmen, maupun aplikasi sensor, ITNANO memberikan akses langsung ke Molybdenum Oxide (MoO₃) Nanobelt grade riset yang diproduksi secara lokal.
📦 Lihat spesifikasi produk di itnano.store
💬 WhatsApp: +62 822-9800-0698
🛒 Tersedia juga di Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop
ITNANO adalah lini produk dari NRE Lab (CV. Inovasi Teknologi Nano), berbasis di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, memperluas akses lokal terhadap graphene, material 2D, metal-organic framework (MOF), dan nanomaterial canggih lainnya untuk kebutuhan riset dan industri.
_edited.jpg)




Komentar