top of page

Fe₂O₃ Nanoparticles (Hematite): Pigmen Tertua di Dunia, Kini Diproduksi di Indonesia

7 Agu
3 menit membaca


Ribuan tahun sebelum ada laboratorium kimia, manusia purba sudah menggunakan hematite sebagai pigmen merah untuk melukis dinding gua, salah satu bukti tertua penggunaan pigmen mineral oleh manusia. Nama hematite sendiri berasal dari bahasa Yunani 'haima' yang berarti darah, merujuk pada warna merah pekat yang muncul saat mineral ini dihaluskan menjadi bubuk. Fe₂O₃ Nanoparticles (Hematite) adalah bentuk nano dari mineral bersejarah ini, fasa α-Fe₂O₃ yang secara termodinamika paling stabil di antara berbagai oksida besi, dengan bandgap semikonduktor yang menjadikannya kandidat menarik jauh di luar sekadar pigmen.


Selama ini, Fe₂O₃ nanopartikel dengan kemurnian fasa yang terjamin umumnya adalah material impor khusus bagi laboratorium riset di Indonesia. Padahal fasa hematite sering bercampur dengan fasa maghemite (γ-Fe₂O₃) yang sifatnya berbeda, campuran yang bisa menurunkan konsistensi performa material dari batch ke batch. Kondisi ini mulai berubah.


ITNANO (CV. Inovasi Teknologi Nano) dari NRE Lab, Medan, adalah startup riset nanomaterial swasta pertama di Indonesia yang memproduksi Fe₂O₃ Nanoparticles grade riset secara lokal. Berikut penjelasan tentang apa itu Fe₂O₃ Hematite, kenapa kemurnian fasanya penting, dan di mana material ini digunakan dalam riset maupun industri saat ini.


Apa Itu Fe₂O₃ Nanoparticles (Hematite)?


Hematite (α-Fe₂O₃) adalah fasa oksida besi yang paling stabil secara termodinamika, dengan struktur kristal korundum (rhombohedral) yang sama dengan safir dan ruby, hanya saja tanpa pengotor logam yang memberi warna-warna permata tersebut. Warnanya yang merah bata pekat berasal langsung dari transisi elektronik pada ion Fe³⁺ di dalam kisi kristalnya.


Kemurnian fasa menjadi penentu utama performa Fe₂O₃, karena fasa hematite dan maghemite (γ-Fe₂O₃) punya sifat magnetik dan elektronik yang cukup berbeda meski rumus kimianya serupa. Fe₂O₃ dari ITNANO memiliki kemurnian 98%, dengan berat molekul 159,69 g/mol, berbentuk serbuk merah bata pekat. Pola XRD mengonfirmasi struktur hematite (α-Fe₂O₃) konsisten dengan JCPDS No. 33-0664, meski dengan sedikit pengotor dari fasa γ-Fe₂O₃, dengan ukuran kristalit 48 nm berdasarkan persamaan Debye-Scherrer. Hasil UV-Vis menunjukkan serapan pada rentang 200-630 nm dengan bandgap energi 1,88 eV.


Di Mana Fe₂O₃ Nanoparticles (Hematite) Digunakan?


Katalis dan fotokatalis

Bandgap 1,88 eV yang dimiliki Fe₂O₃ membuatnya responsif terhadap cahaya tampak, menjadikannya fotokatalis yang menjanjikan untuk degradasi polutan maupun reaksi water splitting, memanfaatkan ketersediaannya yang melimpah dan tidak beracun dibanding fotokatalis berbasis logam berat.


Pigmen

Sebagai pigmen tertua yang dikenal manusia, Fe₂O₃ tetap menjadi bahan baku standar untuk pigmen merah pada cat, keramik, dan berbagai aplikasi dekoratif, berkat kestabilan warnanya yang sangat baik terhadap paparan cahaya dan cuaca dalam jangka panjang.


Material magnetik

Meski tidak semagnetik Fe₃O₄, Fe₂O₃ tetap menunjukkan sifat magnetik lemah yang dimanfaatkan pada berbagai aplikasi, termasuk sebagai prekursor untuk mensintesis oksida besi magnetik lain lewat proses reduksi terkontrol.


Sensor gas dan baterai lithium-ion

Fe₂O₃ Nanoparticles juga dimanfaatkan sebagai bahan aktif pada sensor gas, serta material anoda pada baterai lithium-ion, memanfaatkan kapasitas teoritis yang tinggi dari reaksi konversi Fe₂O₃ dengan ion lithium.


Kenapa Sebaiknya Sumber Fe₂O₃ dari Lokal


Kemurnian fasa hematite adalah properti yang sensitif terhadap kondisi sintesis, dan campuran dengan fasa maghemite yang tidak terkontrol bisa mengubah sifat magnetik dan elektronik material secara signifikan meski secara kasar tetap terlihat sebagai serbuk merah bata yang sama. ITNANO, yang didirikan oleh Titian Research Group melalui NRE Lab, memproduksi Fe₂O₃ Nanoparticles secara domestik dengan karakterisasi XRD dan UV-Vis yang dijalankan langsung pada setiap batch, memberikan laboratorium di Indonesia hematite yang kemurnian fasanya benar-benar terverifikasi.


Baik Anda sedang mengembangkan aplikasi fotokatalis, memformulasikan pigmen, meneliti material magnetik, atau bekerja dengan aplikasi sensor gas dan baterai lithium-ion, Fe₂O₃ Nanoparticles memberikan kemurnian fasa yang tidak bisa dijamin oleh pemasok luar negeri setelah proses pengiriman, tanpa perlu menunggu proses impor.


Lihat lini produk Metal Oxide dari ITNANO untuk spesifikasi dan harga terkini.


Dapatkan Fe₂O₃ Nanoparticles (Hematite) Grade Riset Hari Ini


Baik untuk fotokatalis, pigmen, material magnetik, maupun aplikasi sensor gas dan baterai lithium-ion, ITNANO memberikan akses langsung ke Fe₂O₃ Nanoparticles (Hematite) grade riset yang diproduksi secara lokal.


📦 Lihat spesifikasi produk di itnano.store

💬 WhatsApp: +62 822-9800-0698

🛒 Tersedia juga di Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop


ITNANO adalah lini produk dari NRE Lab (CV. Inovasi Teknologi Nano), berbasis di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, memperluas akses lokal terhadap graphene, material 2D, metal-organic framework (MOF), dan nanomaterial canggih lainnya untuk kebutuhan riset dan industri.

 
 
 

Komentar


WhatsApps
bottom of page