Carbon Black Ketjen Black ECP-600JD: Aditif Konduktif di Balik Hampir Semua Baterai Lithium-Ion Komersial, Kini Diproduksi di Indonesia

Ketjen Black punya struktur nano menyerupai gerombolan anggur berongga yang sangat bercabang, memberi luas permukaan hingga 1.400 m²/g, lebih dari dua puluh kali lipat dibanding carbon black konduktif standar yang biasanya cuma berkisar 60-70 m²/g. Struktur unik inilah yang menjadikan Ketjen Black salah satu aditif konduktif paling efisien yang dikenal industri baterai: cukup ditambahkan dalam jumlah sangat kecil untuk membentuk jaringan konduktif yang menghubungkan partikel material aktif di seluruh elektroda, jauh lebih hemat dibanding carbon black konvensional pada loading yang sama.
Selama ini, Ketjen Black dengan struktur berpori yang benar-benar terjaga umumnya adalah material impor khusus bagi laboratorium riset di Indonesia. Padahal struktur bercabang berongga ini rapuh dan bisa hancur kalau tertekan atau tertangani kasar selama pengiriman jarak jauh, menurunkan porositas dan efisiensi jaringan konduktifnya. Kondisi ini mulai berubah.
ITNANO (CV. Inovasi Teknologi Nano) dari NRE Lab, Medan, adalah startup riset nanomaterial swasta pertama di Indonesia yang memproduksi Ketjen Black ECP-600JD grade riset secara lokal. Berikut penjelasan tentang apa itu Ketjen Black, kenapa strukturnya begitu penting, dan di mana material ini digunakan dalam riset maupun industri saat ini.
Apa Itu Ketjen Black ECP-600JD?
Berbeda dari carbon black konvensional yang berbentuk partikel padat, Ketjen Black tersusun dari nanosphere karbon berongga yang menyatu membentuk agregat sangat bercabang. Struktur berongga dan bercabang inilah yang memberi Ketjen Black porositas dan luas permukaan yang jauh lebih tinggi dibanding carbon black biasa, sekaligus jaringan konduktif yang lebih efisien meski digunakan dalam jumlah kecil.
Kondisi struktur bercabang menjadi penentu utama performa Ketjen Black, karena kerusakan pada struktur ini langsung menurunkan porositas dan kemampuannya membentuk jaringan konduktif. Ketjen Black dari ITNANO memiliki kemurnian di atas 99,5%, dengan luas permukaan spesifik 1.400 m²/g, volume pori (DBP) 440-510 ml/100 g, resistivitas 0,3-1 Ohm·cm, dan kadar abu hanya 0,05%. Nilai absorpsi iodinnya berkisar 440-510 mg/g, dengan ukuran partikel 200 mesh (>98% berat) dan 325 mesh (>80% berat), serta kadar kelembapan di bawah 1%. Dibanding carbon black Super C-65, Ketjen Black menawarkan konduktivitas listrik yang lebih tinggi dan morfologi yang jauh lebih berpori.
Di Mana Ketjen Black Digunakan?
Aditif konduktif elektroda baterai
Ini aplikasi paling umum dari Ketjen Black: sebagai aditif konduktif pada elektroda baterai lithium-ion maupun jenis baterai lain, menghubungkan partikel material aktif yang secara individual kurang konduktif menjadi jaringan elektrik yang menerus di seluruh elektroda.
Fuel cell (sel bahan bakar)
Luas permukaan tinggi dan porositas Ketjen Black membuatnya juga banyak dipakai pada elektroda fuel cell, mendukung distribusi katalis yang merata sekaligus jalur konduksi elektron yang efisien.
Superkapasitor
Ketjen Black dimanfaatkan sebagai aditif konduktif pada elektroda superkapasitor, meningkatkan konduktivitas keseluruhan elektroda tanpa mengorbankan kapasitas material aktif utamanya.
Sensor
Di luar aplikasi energi, Ketjen Black juga dimanfaatkan sebagai bahan aktif pada berbagai jenis sensor, memanfaatkan konduktivitas tinggi dan luas permukaannya yang besar.
Kenapa Sebaiknya Sumber Ketjen Black dari Lokal
Struktur agregat bercabang berongga pada Ketjen Black adalah properti yang rapuh secara fisik, bisa hancur kalau tertekan atau tertangani kasar selama proses pengiriman jarak jauh, menurunkan porositas dan efisiensi jaringan konduktifnya meski secara kimia tetap sama. ITNANO, yang didirikan oleh Titian Research Group melalui NRE Lab, memproduksi Ketjen Black ECP-600JD secara domestik dengan kontrol kualitas yang konsisten, memberikan laboratorium di Indonesia material yang struktur berporinya benar-benar terjaga sejak diterima.
Baik Anda sedang memformulasikan elektroda baterai lithium-ion, mengembangkan fuel cell, meneliti elektroda superkapasitor, atau bekerja dengan aplikasi sensor, Ketjen Black ECP-600JD memberikan struktur pori dan performa konduktif yang tidak bisa dijamin oleh pemasok luar negeri setelah proses pengiriman, tanpa perlu menunggu proses impor.
Lihat lini produk Conductive Carbon dari ITNANO untuk spesifikasi dan harga terkini.
Dapatkan Ketjen Black ECP-600JD Grade Riset Hari Ini
Baik untuk elektroda baterai lithium-ion, fuel cell, superkapasitor, maupun aplikasi sensor, ITNANO memberikan akses langsung ke Carbon Black Ketjen Black ECP-600JD grade riset yang diproduksi secara lokal.
📦 Lihat spesifikasi produk di itnano.store
💬 WhatsApp: +62 822-9800-0698
🛒 Tersedia juga di Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop
ITNANO adalah lini produk dari NRE Lab (CV. Inovasi Teknologi Nano), berbasis di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, memperluas akses lokal terhadap graphene, material 2D, metal-organic framework (MOF), dan nanomaterial canggih lainnya untuk kebutuhan riset dan industri.
_edited.jpg)




Komentar